h1

Aparadha Mempersamakan Sri Visnu dengan Brahma, Siva

3 November 2009

Brahma juga adalah salah satu ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Brahma adalah makhluk hidup pertama yang muncul di alam semesta material. Dia lahir dari dalam bunga padma yang tumbuh dari pusar Garbhodakasayi Visnu yang berbaring di samudra Garbha di atas tempat tidur berupa ular-naga Anantasesa. Oleh karena dia lahir sendiri tanpa keluar lewat rahim sang ibu melalui mani seorang ayah, maka Brahma disebut Svayambu yang berarti “Dia lahir Sendiri”. Kadangkala Brahma disebut pula Atmabhabu yang berarti ”Sang Maklhuk hidup yang lahir dengan sendirinya”.

Siva lahir dari Brahma. Ketika Brahma minta kepada putra-putra beliau (Sanaka, Sanatana, Samandana, dan Sanat kumara) untuk berumah tangga, tapi mereka menolak. Sang pencipta segala makhluk (Brahma) menjadi sangat marah. Tubuhnya gemetar diliputi kemarahan. Meskipun ia berusaha dengan sekuat tenaga menahan kemarahanNya, namun pada akhirnya gagal. Kemarahan sang Pencipta memancar ke luar di antara alisnya dalam wujud seorang anak bayi yang berwarna merah kebiru-biruan. Begitu si bayi lahir, ia menangis dengan suara yang amat keras dan berteriak. Brahma menenangkan si anak oleh karena engkau berteriak dengan suara yang sangat keras pada saat lahir, maka aku beri nama Rudra.

Kita harus memperhatikan dengan seksama bahwa kedua Aku ini diterima di dalam literatur Veda dalam artian sifat, Khatopanisad menyatakan:

nityo nityaman cetaman cetananam
eko bahunam yo vidhadati Kaman

“Aku” yang menciptakan dan”Aku” yang diciptakan keduanya diakui di dalam Veda sebagai satu secara kualitatif karena keduanya nitya dan cetana. Tetapi “Aku” yang tunggal adalah pencipta, dan “Aku” yang diciptakan jamak karena memang banyak seperti Brahma dan yang dihasilkan oleh Brahma.Ini adalah kebenaran yang sederhana. Seorang ayah menurunkan seorang putra dan sang putra juga menurunkan banyak putra lainnya. Semuanya mungkin satu sebagai makhluk hidup atau umat manusia, tetapi di waktu yang sama ayah, anak dan cucu berbeda. Anak tidak dapat menggantikan ayah, begitu pula cucu. Secara serentak, ayah, anak dan cucu sama dan tidak sama sebagai manusia mereka sama tetapi sebagai keluarga mereka lain. Karena itulah antara sang pencipta dan yang diciptakan telah dibedakan dalam Veda dengan menyatakan bahwa”Aku” yang berkuasa menyusui “Aku” yang dikuasai sehingga dengan demikian ada perbedaan yang luas antara kedua prinsip “Aku”itu. Karena itu, apharadha (kesalahan) mempersamakan Sri wisnu dengan Brahma dan Siva. Demikian pula Apharadha (kesalahan) menganggap para dewa tidak tergantung kepada Sri Wisnu. Seperti halnya Hiranyakasipu penyembah Brahma dibunuh oleh Nrsimha (Sri Visnu) dan Ravana penyembah Siva dibunuh oleh Sri Rama (Sri Visnu).

Orang yang menyembah Dewa akan dilahirkan di tengah-tengah masyarakat dewa, orang yang menyembah leluhur akan pergi ke leluhur, orang yang menyembah hantu dan roh halus akan dilahirkan di tengah-tengah makhluk-makhluk seperti itu, dan orang yang menyembah-Ku akan hidup bersama-Ku (Bg.9.25).

Ida Bagus Peradnyan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: