h1

Swadharma Berdasarkan Catur Asrama

29 Oktober 2009

Lahir menjadi manusia sudah mempakan suatu pahala, karena itu merupakan suatu kesempatan untuk dapat memperbaiki diri dengan melebur perbuatan yang tidak baik, dengan berbuat baik selalu. Hal ini dijelaskan dalam kitab Sarasamuscaya bab II sloka 2. Berdasarkan kutipan sloka tersebut di atas, manusia patut mensyukuri pahala lahir menjadi manusia ini dengan senantiasa mendekatkan diri kehadapan Hyang Widhi sebagai yang maha pencipta dan mematuhi segala perintahnya serta menghindari segala larangannya.

Kelahiran manusia ke dunia fana ini telah membawa tugas dan kewajiban (swadharma) sebagai manusia sesuai dengan masa perjalanan hidup ini. Bagi seorang pelajar yang masih dalam masa brahmacari, tugas dan kewajibannya adalah menuntut ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya. Ia harus menjalani hidup masa berguru, mencari mengalaman hidup, baik yang bersifat keduniawian maupun yang bersifat kerokhanian secara seimbang. Ia wajib mencari guru dan suasana kehidupan yang baik. Dan tugas orang tualah yang wajib mencarikan guru yang baik dan suasana kehidupan yang membantu pertumbuhan dan perkembangan anak ke arah pertumbuhan yang harmonis, sebagai seorang pribadi yang relegius dan ilmuan. Maka itu, dalam memasuki masa brahmacari, patut melalui upacara upanayana, untuk menuntun mereka memusatkan pikiran agar dapat mengikuti segala kewajiban dan tata tertib dalam berguru. Kegagalan dalam menjalani masa brahmacari membawa dampak negatif yang sangat luas. Ini berarti mereka kurang mampu dalam menyiapkan diri untuk memasuki masa berikutnya, yaitu masa grehastha

Masa grehastha adalah masa setelah melewati masa brahmacari dan memasuki masa dewasa, yaitu masa hidup berumah tangga. Kewajiban hidup berumah tangga adalah masa memikul tugas dan kewajiban membina keturunan untuk kelangsungan hidup bermasyarakat. Tugas dan kewajiban seorang grehastha sungguh sangat menentukan nilai dan martabat kehidupan manusia, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Kegagalan dalam membina rumah tangga, sungguh akan berdampak buruk yang sangat luas. Keluarga sebagai tonggak penyangga kesejahteraan masyarakat akan rapuh. Karena itu ajaran Catur Asrama mengajarkan, agar sebelum memasuki kehidupan berumah tangga benar-benar diadakan persiapan atau perencanaan sebaik-baiknya, yaitu melalui masa brahmacari. Dengan demikian diharapkan seorang grehastha telah mampu menjalankan tugas dan kewajiban yang berat sangat menentukan stabilitas kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Dalam kitab Manawa Dharmasastra dijelaskan, bahwa keluarga yang menjadi satu adalah keluarga yang sempurna. Yang dimaksud dengan keluarga yang menjadi satu adalah di mana antara ayah, istri dan anak-anaknya hidup rukun dan saling mengisi dalam melaksanakan tugas dan kewjiban (swadharma) masing- masing dengan baik. Kesempurnaan kehidupan keluarga memudahkan untuk memasuki masa berikutnya, yaitu masa wanaprastha. Dalam memasuki masa wanaprastha, sedikit- demi sedikit perhatian dialihkan lebih banyak merenungi kehidupan kerokhanian secara lebih mendalam, sehingga lebih banyak dapat berbuat amal baik (yadnya) kepada masyarakat luas, khususnya dalam mengembangkan kehidupan kerokhanian yang lebih khusuk.

Keadaan yang demikian telah mengarah untuk memasuki masa sanyasin atau biksuka, yaitu masa untuk melakukan tugas dan kewajiban (swadharma) memberikan tuntunan, nasehat di bidang kehidupan yang lebih luas, khususnya bidang kerokhanian. Seorang sanyasin telah melepaskan kehidupan duniawi sepenuhnya. Ia telah menjadikan dirinya milik masyarakat luas.Jadi perjalanan hidup ini hendaknya diprioritaskan untuk melaksanakan swadharma dengan sebaik-baiknya berdasarkan hukum Catur Asrama, sehingga perjalanan hidup sebagai manusia yang sangat sulit didapat ini tidak sia-sia, guna untuk mencapai kesempurnaan hidup.

Ketut Nerta, Banyuwangi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: