h1

Perjalanan Melalui Lorong Waktu

29 Oktober 2009

Pemahaman ilmiah yang dicapai rsi-rsi India masa lampau, almarhum Perdana Menteri India menulis, “Kualitas menakjubkan rsi-rsi India masa lampau – kapasitas untuk merasa di rumah dalam ruang maha luas, tentang rentang waktu dan susunan astronomi, suatu kemampuan yang hanya ditandingi oleh para ahli matematika jaman ini.”

Bahkan ribuan tahun yang lalu, pemahaman ilmiah orang-orang India mengenai alam semesta sudah sangat maju. Hal ini merupakan pengetahuan biasa bahwa dunia ini adalah bukan datar tetapi bulat, bahwa planet kita adalah bukan pusat alam semesta tetapi hanya merupakan sebuah titik yang ada di dalamnya. Bahwa dunia ini bukan dengan tiba-tiba diciptakan tanggal 23 Mei 5478 Sebelum Masehi, tetapi dunia ini sudah ada sejak miliaran tahun yang lampau. Hal yang sangat luar biasa kalau kita berpikir di dunia Barat fakta-fakta ini baru diterima hanya beberapa ratus tahun yang lalu.

Memang sekarang ilmu pengetahuan moderan sedang melaju dan terus membuat kemajuan setiap hari. Salah satu penemuan terbesar abad ini adalah teori relativitas dari Albert Einstein, yang di antara hukumnya menguraikan gerak dan ukuran dari waktu di bawah faktor-faktor seperti gaya berat dan kecepatan. Yang sangat mengherankan, bahkan konsep yang sangat maju dari ilmu fisika ini pun diketemukan di dalam kitab suci Weda, buku kebijakan India masa lampau.

Di dalam Skanda Sembilan Srimad-Bhagavatam terdapat ungkapan cerita mengenai kerja teori relativitas. Yaitu mengenai seorang raja bernama Kakudmi dan anak perempuannya yang bernama Revati. Tatkala sang raja merencanakan pernikahan anak perempuannya itu, beliau memutuskan untuk bertemu Dewa Brahma, agar dengan pengaruh beliau, sang raja yakin seorang suami ideal bisa didapatkan. Dewa Brahma adalah dewa tertinggi yang menduduki kedudukan sebagai pencipta alam semesta ini. Jangka hidup beliau melingkupi jangka umur alam semesta. Tempat tinggal beliau adalah Brahma-loka, sorga paling tinggi di alam semesta. Brahma-loka diberkati dengan kekuatan-kekuatan mistik; kejahatan, rasa sakit dan rasa cemas secara praktis tidak dikenal; kemampuan menikmati hidup ribuan kali lebih besar daripada di bumi; dan kemajuan rohani bisa diperoleh dengan mudah.

Raja Kakudmi mengajak putrinya Revati pergi ke Brahma-loka, di mana beliau bertemu Dewa Brahma yang sedang mendengarkan sebuah pertunjukan musik dan untuk sementara beliau tidak dapat bercakap-cakap dengan Dewa Brahma. Raja Kakudmi menunggu dan pada akhir pertunjukan beliau mendekati Dewa Brahma, bersujud dan menyampaikan permohonannya. Setelah Dewa Brahma mendengarkan permohonan Raja Kakudmi, Dewa Brahma tertawa dengan keras dan berkata, “Oh Raja, semua mereka yang mungkin Anda sudah memikirkan sebagai calon suami putri Anda, sudah meninggal lama, lama sekali. Jutaan tahun sudah lewat semenjak Anda meninggalkan kerajaan Anda. Semua mereka sudah meninggal dan dilupakan, dan juga anak-anak serta cucu-cucu mereka dan keturunan-keturunan yang lainnya.”

Tatkala sang raja mendengar penjelasan itu, beliau kembali kepada apa yang dianggap sebagai kerajaan beliau dan menemukannya sudah kosong. Sama seperti ahli purbakala menemukan situs peradaban purba dan memastikan sebab dari kehancurannya, seperti karena kelaparan, serangan musuh, dan bencana alam. Raja Kakudmi kembali dan menemukan keturunan-keturunan beliau sudah lama meninggalkan kerajaan itu karena ancaman yang dilakukan oleh musuh-musuh mereka.

Pada saat Raja Kakudmi masih berada di Brahma-loka, Dewa Brahma menasehatinya agar putrinya diberikan di dalam pernikahan kepada Sri Balarama. Menurut teologi Weda, Balarama (Baladewa) adalah amsa (perbanyakan) dari Tuhan Yang Mahaesa, Sri Krishna, yang membantu Beliau di dalam misi Tuhan menyucikan seluruh alam. Setelah beliau kembali kepada bekas kerajaan beliau yang dulu, Raja Kakudmi menikahkan putri beliau yang cantik kepada Sri Balarama. Dan beliau sendiri meninggalkan kehidupan duniawi dan pergi ke Badarikasrama di pegunungan Himalaya, di mana banyak pertapa pergi ke sana untuk memperoleh kesempurnaan rohani.

Raja Kakudmi mengalami pengaruh waktu yang sesuai dengan teori relativitas Einstein. Umumnya kita cendrung menganggap waktu sebagai absolut dan sama di seluruh alam semesta. Tetapi teori relativitas menyatakan, bahwa tidak ada waktu yang absolut, yang ada adalah bahwa masing-masing dari kita dipengaruhi oleh waktu secara unik, tergantung dari lokasi dan kecepatan di mana kita bergerak di dalam alam semesta ini.

Suatu gambaran contoh kelasik dari dua orang kembar, yang satu pergi dengan sebuah roket ke bintang yang paling dekat di luar sistim planet kita. Terbang mendekati kecepatan cahaya (186.000/detik), dia melakukan perjalanan keliling di dalam dua puluh dua tahun bumi, tetapi karena kecepatan geraknya yang tinggi, waktu mempengaruhi dirinya hanya sebagian dan pada saat dia kembali dia menemukan dirinya dua belas setengah tahun lebih muda dari saudara kembarnya.

Bahkan di bumi ini prinsip yang sama juga terjadi. Seorang anak kembar hidup di tepi laut, setelah enam puluh tahun akan menjadi enam detik lebih muda dari saudaranya yang tinggal di daerah pegunungan, karena pengaruh dari gaya berat bumi mempengaruhi ukuran dari waktunya. Tetapi selisih ini demikian kecil sehingga tidak begitu diperhatikan.
Raja Kakudmi mengalami prinsip yang dinyatakan dalam teori relativitas. Pada perjalanannya ke Brahma-loka, waktu mempengaruhi sang Raja berbeda dengan rakyat dan kawan-kawan beliau di bumi, sampai melewati beberapa generasi keturunan beliau.

Uraian sejarah seperti ini ditemukan di dalam karya seperti Srimad-Bhagavatam, yang bukan hanya memberikan kita kenyataan-kenyataan biasa, juga bukan untuk memberikan pernyataan ilmiah sia-sia. Tujuan keseluruhan kitab suci adalah untuk menyebarkan pemahaman penting kehidupan sambil mengajarkan orang-orang bagaimana caranya bertindak.

Jika kita mampu pergi menembus waktu sama seperti yang dialami Raja Kakudmi, yaitu menghilang dari rumah dan tiba-tiba muncul kembali di tempat yang sama tetapi beberapa ribu tahun berikutnya, kita akan melihat segala sesuatunya sangat berubah, sehingga kita akan dipaksa untuk melihat kehidupan kita sepenuhnya di dalam perspektif pemahaman yang berbeda. Selama perjalanan demikian, banyak negara sudah muncul dan hancur; seluruh dinasti dan keturunan hidup dan mati; cara hidup dan kebanggaan populer datang dan pergi; bencana geologi dan ekologi terjadi berulang-ulang. Menyaksikan perubahan-perubahan ini, secara alamiah kita akan bertanya, “Apakah yang ada dalam kehidupan ini yang pantas untuk dikejar, sesuatu yang tidak lenyap bersama waktu?”

Bhagavad-gita (2.6) Sri Krishna bersabda, “Mereka yang melihat kebenaran sudah menyimpulkan, bahwa sesuatu yang tidak kekal sesungguhnya adalah tidak ada, dan apa yang ada tidak pernah berubah. Hal ini disimpulkan dengan mempelajari sifat-sifat dari keduanya.”Kita biasanya menempatkan nilai terlalu banyak atas situasi tertentu di sekitar kita, mengenai keluarga kita, mengenai penampilan kita – dan menempatkan latar belakang dan tempat tinggal kita dalam waktu yang absolut. Tetapi Sri Krishna mengajarkan kita bahwa semua ini adalah bersifat sementara, dan maka dari itu tidak penting, dan Beliau menguraikan semua itu sebagai “tidak ada.”

Perjalanan dalam waktu akan membenarkan kesimpulan dari rsi-rsi terpelajar masa lampau, termasuk Raja Kakudmi. Dengan menempatkan terlalu banyak penekanan atas kehidupan material kita, kita sudah kehilangan pemahaman akan diri kita yang sejati, yaitu roh kita sendiri, yang menghadirkan keberadaan kekal kita yang sesungguhnya. Dengan mengembangkan pengetahuan rohani, kita bisa membangunkan diri kita yang sejati, memahami sifat rohani kita yang berada di luar hal-hal “relatif” dari dunia yang sementara ini, dan memasuki keberadaan rohani yang kekal yang sesungguhnya merupakan tujuan hidup kita. Inilah yang disebut proses Kesadaran Krishna, yang mulai dengan pengucapan maha mantra Hare Krishna, yang menolong kita untuk mencapainya.

Alih bahasa: GN. Yadnya, Jln. Imam Bonjol, Air Mancur 36 Denpasar Barat, Tlp. 484070

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: