h1

Walau Diharamkan Muslim Malaysia dan Mesir, Non Hindu Tetap Antusias Kursus Yoga

26 Oktober 2009

Wawancara N. Putrawan dengan AS. Kobalen

Apa nama ashram yoga Anda?
Nama Ashram yoga  kami adalah Sanggar Shry Samashty Prana yang bernaung di bawah Yayasan Hama Karuna Matta.

Sejak kapan Bapak Kobalen mengajar yoga untuk umum?
Kami mengajar yoga dan materi spiritual lainnya sejak tahun 1998 di Jakarta dan kota lain di Indonesia.

Dari kalangan mana saja siswa yoga yang pernah Anda ajar?
Di samping banyak teman Hindu yang belajar yoga, juga ada peserta dari  agama non Hindu.

Apa Anda memakai media mantra dalam melatih yoga?
Ya, kami mengajar yoga dengan mantra, khususnya pada meditasi So ham dan cakra meditasi.

Bagaimana reaksi dan respon peserta kursus yoga dari non Hindu ketika dianjurkan mengucapkan mantra So ham?
Banyak teman dari non Hindu tak begitu menghiraukan tentang mantra, selama itu tidak mengubah kepercayaan mereka.

Sebenarnya setiap kelas yoga, berapa jumlah siswa yang Anda asuh?
Setiap kelas awal biasanya kamu mulai dari 6 orang dan maksimal 10 orang, agar lebih terfokus dan mendapat pengalaman maksimal.

Sekarang muslim di Mesir dan Malaysia dianjurkan tak melakukan yoga, karena menurut mereka haram. Lalu, apa antisipasi Anda, karena di Indonesia MUI juga ikut ancang-ancang memfatwakan yoga, adakah kelas khusus untuk umat non Hindu yang yoga tanpa mantra?
Kami tidak melakukan antisipasi apa pun, karena hampir semua yang datang belajar ke tempat kami adalah teman-teman yang telah dewasa dalam beragama dan beragama secara moderat dan tidak picik atau blind power. Ini terbukti dari ketidakmampuan kami menerima semua tawaran demi tawaran mengajar di berbagai daerah dan negara tetangga.

Yoga aliran mana yang Anda ajarkan?
Yoga yang kami ajarkan adalah rangkuman dari beberapa jenis yoga dan lebih spesifik pada yoga olah jiwa bukan yoga asanas, seperti yang banyak diajarkan oleh yoga centre lain.

Menurut Anda, bagaimana sebaiknya mengemas yoga supaya bisa dinikmati semua masyarakat dunia tanpa kecurigaan?
Jika yoga hrus menjadi santapan global dan bersifat universal, maka kita harus dapat mengemasnya tidak dengan dasar agama, melainkan harus atas nama spiritual. Karena bila seseorang mengerti dengan baik, bahwa spiritual tidak akan bicara tentang agama atau golongan melainkan akan bicara tentang hakikat keilahian yang universal. Yang menjadi permasalahan sekarang ini banyak orang bicara tentang spiritual tanpa mengerti apa sih spiritual itu, dan lebih parah lagi arti kata spiritual pun mereka tidak tahu.

Apakah ada ritual khusus bagi siswa sebelum ikut kelas yoga di ashram Anda?

Sebenarnya persyaratan belajar yoga yang benar memang ada upacara yang disebut Upanayana (ritual menerima murid), tapi belakangan ketika yoga menjadi konsumsi dunia global, banyak pelatih yoga yang tidak mengharuskannya.

Sehubungan dengan seruan sejumlah ulama, supaya muslim tidak belajar yoga, apakah berpengaruh terhadap peminat yoga di ashram Anda?

Semua seruan yang ada tidak mengurangi  minat atau jumlah murid yang datang ke sanggar kami. Kami menjelaskan yoga dan produk spiritual lainnya, khususnya kepada teman non Hindu, dengan mengangkat masalah-masalah yang sedang dan akan dihadapi oleh umat manusia pada umumnya dan kekuasaan Tuhan yang bersemayam dalam diri seseorang serta yang lebih spesifik lagi tentang banyaknya penyakit baru yang muncul, yang belum dapat disembuhkan secara medis. Contoh, apa sih obat yang diberikan pada seseorang yang sedang stress, khawatir yang berlebihan, depresi, trauma dan pemarah atau negative thinking lainnya. Semua tablet penenang yang diberikan hanya mempan untuk sesaat. Tapi dengan bangga saya berani katakana , bahwa semua penyakit tersebut di atas dapat dengan gampang disembuhkan secara total dengan melakukan Yoga Asanas dan Yoga Olah Jiwa dengan baik dan berkesinambungan, tanpa harus tergantung pada obat lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: