h1

Setengah Penduduk Dunia Melakukan Yoga, Jadi Setengah Penduduk Dunia Adalah Haram?

26 Oktober 2009

Pada dasarnya, Yoga adalah sebuah teknik penyatuan antara Anuatma dan juga Adyatma, jiwa dengan Paramatma. Namun Yoga yang berkembang melalui teknik olah tubuh ini, lebih dikenal oleh sastra sebagai Hatha Yoga. Dalam Hatha Yoga inilah ada sebuah mantra pembuka untuk matahari, untuk Guru, dan juga namaskara untuk para Muni yang mengajarkan secara parampara.

Ada sebuah mantra dalam praktik Yoga, meskipun tak selalu. Dan mantra yang pasti bersumber dari Weda inilah yang dijadikan dasar permasalahan untuk mengeluarkan label haram oleh ulama di Mesir dan Malaysia. Sebab mantra yang secara harfiah belum dimengerti oleh umat lain, diasosiasikan sebagai sebuah hal yang syirik, musyrik dan menyekutukan Tuhan. Atau setidak-tidaknya adalah ajaran dari agama lain (non Islam).

Tentu kita tak mencampuri agama lain dalam menegakkan akidah agamanya, karena fatwa itu ditujukan untuk umatnya saja. Itu adalah sikap mereka menjaga kemurnian agamanya. Tapi yang penting sekarang adalah, bagaimanakah hakikat Yoga itu dan bagaimana praktik itu bisa disebarkan secara meluas bila memang dirasa bermanfaat oleh umat manusia. Di sinilah mungkin perlu kearifan, bahwa ada kalangan yang belum siap menerima Yoga, sehingga instruktur Yoga pun harus bijaksana, fleksibel “menjual” Yoga tanpa membawa conflict of interest.

Hindu bukanlah agama yang dogmatis, ia adalah agama yang filosofis. Sehingga mampu menerima kebenaran dari berbagai macam arah. Ia memberikan kesempatan besar bagi para pemeluknya untuk mencari ke dalam akan realita utama.

Dalam tataran ini, haram dan bukan haram, menjadi tidak penting lagi. Sebab ia sudah berbicara masalah jiwa yang jauh melampaui intelek yang masih diperangkap oleh baik buruk, benar dan juga salah. Baik dan buruknya, itu adalah sebuah ukuran yang teramat sangat relative. Baik bagi satu komunitas, belum tentu diterima baik bagi komunitas lain.
Jika Yoga dicap haram, lalu dimanakah letak sebab sehingga gerakan senam kesehatan itu dikatakan buruk bagi manusia?

Bahkan teknik Yoga, diadaptasi oleh sebagian besar ahli kejiwaan di belahan Eropa untuk mengobati pasien yang mengalami stress berat dan juga depresi. Mereka dibina dan diterapi sesuai dengan aturan Hatha Yoga, alhasil semuanya menunjukkan kesehatan yang signifikan.

Yoga juga sudah dijadikan maskot dunia oleh Eropa, karena gerakan itu membantu mereka dalam berbagai aspek dan segi kehidupan. Konsumsi obat tidur terparah di dunia adalah Amerika. Amerika mengadaptasi dan menggunakan tehnik Yoga ini untuk mereka yang punya penyakit insomnia, dan hasilnya mereka dapat tidur dan bangun dengan segar.

Setengah penduduk dunia melakukan Yoga. Dari ibu rumah tangga, hingga para artis, mereka menyukai ini sebagai seni berolah raga yang menyehatkan badan. Dan jika badan sudah sehat di sana ada jiwa yang sehat juga. Karena jiwa tidak akan bertahan lama dengan badan jasmani yang lemah. Lalu di mana letak haramnya Yoga?

Jika memang dikatakan haram, berarti setengah penduduk dunia adalah haram, sebab setengah penduduk dunia melakukan Yoga.  Wah, alangkah banyaknya orang haram dan murtad berkeliaran di dunia ini.

Mengatakan bahwa ajaran satu dengan yang lainnya tidak sesuai dengan satu falsafah religion, adalah sah-sah saja. Namun jangan hal ini dijadikan sebuah dikhotomi di mana orang yang berhak mengatakan haram pada satu ajaran lain, berada jauh dan mengaku paling utama serta paling suci dan menentukan ke mana jalan yang harus ditempuh bagi manusia yang lain.

Tuhan Yang Maha Esa saja, tidak pernah berbicara dan membedakan umatnya dengan istilah haram dan halal (menurut Hindu). Lalu apakah daya kita sebagai manusia fana menentukan bahwa orang itu haram dan yang dilakukannya haram, ia pasti masuk neraka. Jadi jika itu benar, maka agen-agen surga tampaknya sudah mulai hadir di dunia ini.

Hindu tidak menempatkan satu sisi sebagai buruk seburuk-buruknya, hingga tidak boleh disentuh dan dilakukan, juga tidak menempatkan satu hal sebaik-baiknya hingga hal itu saja yang harus dilakukan. Hindu lebih berpegang pada sebuah prinsip kiwa dan tengen. Kiri dan kanan, andaikata tangan kiri dianggap buruk, lalu jika kita sehabis buang air besar, tangan yang mana yang kita gunakan?

Itulah fungsi kiri. Ia baik, jika berada pada tempatnya. Itulah pandangan Hindu. Tidak pernah menempatkan satu pada posisi yang paling buruk, bahkan pendosa paling keji sekalipun mendapatkan pengampunan. Tidak ada neraka abadi dan juga surga abadi.

Sekarang terserah pada kita, setengah penduduk dunia mengakui Yoga sebagai sebuah hal yang baik. Jadi di mana lagi mencari penilaian, itu saja sudah cukup menjadi bukti bahwa peradaban Hindu kuno, hingga sekarang masih dikagumi. Ini adalah sebuah jempolan bagi kita bahwa sebenarnya kita mesti bangga akan agama kita, bahwa Hindu adalah air yang mengalir untuk kesejahteraan manusia.

Om Namo Bhagawate Wasudewaya.

Gede Agus Budi Adnyana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: