h1

Berbagai Jalan Menuju Tuhan

3 November 2009

Manusia terbentuk juga oleh unsur Spiritual (niskala). Kebahagiaan di Alam Spiritual akan dapat dicapai apabila umat mampu mendekatkan diri kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Jalan untuk mendekatkan diri kehadapan Beliau di dalam usaha pendakian alam spiritual, dalam ajaran Hindu disebut dengan Catur Marga. Semua jalan tersebut bisa mendekatkan diri kehadapan-NYA, dengan meningkatkan daya spiritual diri sendiri. Alam spiritual akan semakin dalam dimasuki apabila umat semakin mendekatkan diri kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ada pun tujuan akhirnya adalah membentuk jati diri sehingga mampu memberikan peran kepada Bhuwana Alit dan Bhuwana Agung dengan baik. Umat sebaiknya menjadi diri sendiri yang sejati. Yang berarti pula harus sudah dapat membuat panduan untuk diri sendiri, di mana panduan ini akan memberikan jalan tentang bagaimana mengatur badan (Bhuwana Alit) dan alam (Bhuwana Agung). …selanjutnya

h1

Militansi Hindu dan Upaya Mendobrak “Status Quo”

3 November 2009

Dibandingkan umat lain, militansi di kalangan umat Hindu mungkin termasuk yang paling lemah. Saya punya banyak pengamatan dalam masalah ini. Desa adat, maupun tokoh-tokoh Hindu tidak ada yang “berani” menanamkan sikap militan atau fanatik. Mereka paling berkoar-koar soal toleransi dan ajaran-ajaran universal lainnya, seperti Trikaya Parisuda, Tri Hita Karana, Tattwamasi, selain menggelar berbagai upacara. …selanjutnya

h1

Makna Cane Pada Saat Paruman

3 November 2009

Sering kita melihat, namun tidak tahu atau malah tidak mau tahu apa makna dari benda itu. Hal itulah yang kita alami terhadap keberadaan apa yang disebut “Cane”. Mungkin sebagian besar dari kita belum memahami apa cane itu, kenapa memakai cane dan apa saja bahan-bahan untuk membuat cane. Khususnya bagi yang belum memahami baiklah secara ringkas akan diuraikan sebagai di bawah ini. …selanjutnya

h1

Tuhan Senantiasa Ada Di Mana-Mana

3 November 2009

Memahami keberadaan dan eksistensi Tuhan, di sini perlu adanya suatu keyakinan untuk mewujudkan bahwaTuhan itu benar-benar ada. Mewujudkan keberadaan Tuhan, manusia tidak cukup mempunyai kepercayaan kepada-Nya tetapi harus mempunyai keyakinan yang tinggi tentang keberadaanNya. Dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat awam sangat banyak beranggapan, bahwa Tuhan hanya ada ketika adanya suatu piodalan atau upacara agama. Sehingga pada saat itu umat berbondong-bondong ke pura, kuil dan tempat-tempat suci lainnya. Mereka tidak menyadari bahwa secara filosofis Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa ) ada di mana-mana (Wyapi wyapaka nirwikara). …selanjutnya

h1

Mabuk Membawa Manusia Menuju Neraka

3 November 2009

Tahun baru biasanya saat yang sangat ditunggu-tunggu dengan antusias oleh banyak kalangan, khususnya oleh kalangan anak muda. Sebagian besar anak muda tidak mau melewatkan malam pergantian tahun baru begitu saja. Mereka sangat bersemangat dan mempersiapkan segala sesuatunya jauh hari dengan matang, seperti membuat panggung kecil (stand musik), penganan, makanan, dan minuman termasuk jenis minuman beralkohol. Dengan semua itu mereka berkumpul, bergembira di pinggir jalan. …selanjutnya

h1

Mengenal Guru Nanak

3 November 2009

Guru Nanak (Nanik), penemu ajaran (agama) Sikh lahir pada tanggal 15 April 1469 di sebuah gubuk sederhana di Talwandi, di distrik Lahore (saat ini masuk wilayah Pakistan). Pada era tersebut India masih dalam cengkraman penjajah Muslim yang disebut kaum Pathans, di mana nuansa agama bagi masyarakat setempat khususnya bagi yang beragama Hindu sangatlah menyedihkan. Apalagi ritual-ritual lebih ditekankan oleh kaum brahmana daripada pendalaman hakiki spiritual. Pada masa-masa yang amat suram ini Guru Nanak dilahirkan di kawasan tersebut. …selanjutnya

h1

Membatasi Keinginan

3 November 2009

Manusia tidak dapat menyadari kenyataan bahwa ia memiliki kemampuan timbang-menimbang yang membedakannya dari hewan. Bila manusia secara fisik berwujud manusia, tetapi tidak memiliki sifat-sifat kemanusiaan.Dari waktu ke waktu ia hanya mengejar harta yang berupa uang, kekuasaan, kedudukan, kesenangan, dan kenikmatan jasmani.Ia mengira bahwa uang dan kekayaan adalah segala-galanya. Akan tetapi, uang dan kekayaan juga merupakan pangkal penyebab kehancuran.Kita menyadari bahwa sejumlah uang diperlukan untuk kebutuhan hidup, tetapi manusia harus dapat menempuh kehidupan yang bermakna dengan jumlah uang yang secukupnya. …selanjutnya